RPP IPA-terpadu SMP Kelas VIII Semester I


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1                                      

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    1.    Memahami pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Kompetensi Dasar :    1.1  Menganalisis pentingnya pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

Indikator :    1.    Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

2.    Menyimpulkan perbedaan pertumbuhan dan perkembangan pada makhluk hidup.

3.    Membedakan metamorfosis dan metagenesis.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

1.    Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan.

2.    Membedakan pertumbuhan dan perkembangan.

3.    Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.

4.    Mengetahui pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman.

5.    Menyebutkan tiga daerah pertumbuhan terminal pada tumbuhan.

6.    Membedakan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

7.    Mengetahui pertumbuhan pada tanaman.

8.    Menjelaskan pengertian metagenesis.

9.    Menjelaskan proses metagenesis pada tumbuhan paku.

10.  Menjelaskan proses metagenesis pada ubur-ubur.

11.  Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrionik.

12.  Menyebutkan tahapan-tahapan pembelahan zigot.

13.  Mengetahui pertumbuhan pada hewan.

14.  Menjelaskan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.

15.  Menjelaskan pengertian metamorfosis.

16.  Membedakan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

17.  Menyebutkan contoh organisme yang mengalami metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

Materi Pembelajaran :    Pertumbuhan dan Perkembangan

Metode Pembelajaran :    Model

-    Direct Instruction (DI)

-    Cooperative Learning

Metode

-    Diskusi kelompok

-    Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Pernahkah kalian memperhatikan mengapa seorang bayi mungil dapat berubah menjadi anak kecil?

-    Bagian manakah dalam tumbuhan yang mengalami pertumbuhan terminal?

. Prasyarat pengetahuan

-    Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan?

-    Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan terminal?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan (gen, nutrisi, hormon, dan lingkungan).

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil sebuah kardus mi instan dan dua pot yang baru tumbuh.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen tentang pengaruh cahaya terhadap pertumbuhan tanaman (kegiatan 1.1 h.9).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pertumbuhan terminal.

. Peserta didik berdiskusi kelompok perbedaan pertumbuhan primer dan pertumbuhan sekunder.

. Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen guna mengetahui pertumbuhan pada tanaman (kegiatan 1.3 h.12).

. Peserta didik secara berkelompok melakukan eksperimen dengan menggunakan pot kecil yang dilubangi bagian bawahnya, penggaris, tanah yang subur, dan biji jagung atau beras.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik berdiskusi kelompok untuk membuat kesimpulan dari hasil percobaan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Bagaimana tahapan perkembangan embrio pada hewan?

-    Bagaimana proses metamorfosis pada kupu-kupu?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dimaksud dengan pertumbuhan dan perkembangan embrio?

-    Apakah yang dimaksud dengan metamorfosis?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah dalam melakukan praktikum.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian metagenesis.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai metagenesis pada tumbuhan paku dan ubur-ubur.

. Wakil tiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan embrionik.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai tahapan-tahapan pembelahan zigot.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil penggaris atau meteran, timbangan, dan hewan peliharaan misalnya mencit.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen guna mengetahui pertumbuhan pada hewan (kegiatan 1.5 h.17).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian pertumbuhan dan perkembangan pasca embrionik.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan dan hewan yang telah dipersiapkan oleh guru.

. Peserta didik dengan kelompoknya membuat kesimpulan dari hasil diskusi.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Carta metamorfosis dan metagenesis

c.    Video pertumbuhan dan perkembangan

d.    Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

- Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    Isian

-    Uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Instrumen tes isian

Pergiliran keturunan antara fase aseksual dan fase seksual secara bergantian pada makhluk hidup disebut ….

-    Contoh tes uraian

Jelaskan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah. S.Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP.19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    1.    Memahami pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup.

Kompetensi Dasar :    1.2  Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia.

Indikator :    1.    Mendeskripsikan tahapan perkembangan manusia mulai dari bayi, anak-anak, remaja, dan dewasa.

2.    Membedakan ciri anak-anak dan remaja.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

1.    Menyebutkan tahapan pada masa pembuahan sampai lahir.

2.    Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim ibu.

3.    Menyebutkan tahapan pada masa setelah lahir.

4.    Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa anak-anak.

5.    Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa remaja.

6.    Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa dewasa.

7.    Menjelaskan karakteristik pertumbuhan dan perkembangan pada masa manula.

8.    Mengelompokkan variasi manusia berdasarkan tahap perkembangan manusia.

9.    Menjelaskan ciri-ciri remaja yang mengalami pubertas.

Materi Pembelajaran :    Perkembangan Manusia

Metode Pembelajaran :    Model:

-    Direct Instruction (DI)

-    Cooperative Learning

Metode:

-    Diskusi kelompok

-    Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

Motivasi dan apersepsi

-    Sebutkan tahapan masa pembuahan sampai lahir.

-    Mengapa seorang perempuan mengalami menstruasi?

Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimana tahapan pertumbuhan dan perkembangan janin yang berada dalam ibu?

-    Apakah ciri-ciri perempuan yang mengalami pubertas?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan masa pembuahan sampai lahir dan masa setelah lahir.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan tahapan masa pembuahan sampai lahir (masa dalam kandungan ibu).

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan ciri-ciri tahapan masa pembuahan sampai lahir.

. Wakil tiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusi.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan tahapan pertumbuhan dan perkembangan manusia pada masa setelah lahir.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas mengidentifikasi karakteristik masa anak-anak.

-    2 kelompok diberi tugas mengidentifikasi karakteristik masa remaja.

-    2 kelompok diberi tugas mengidentifikasi karakteristik masa dewasa.

-    2 kelompok diberi tugas mengidentifikasi karakteristik masa manula.

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.

. Guru memberikan penghargaan atau komentar tentang apa yang telah dikerjakan peserta didik.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai pertumbuhan dan perkembangan manusia yang telah dipersiapkan oleh guru.

. Peserta didik mengelompokkan variasi manusia berdasarkan tahap perkembangan manusia dengan menggunakan gambar-gambar yang berasal dari majalah, koran, dan tabloid untuk dijadikan poster.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan ciri-ciri remaja yang mengalami pubertas.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.  Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.  Carta pertumbuhan dan perkembangan manusia

c.  Video pertumbuhan dan perkembangan manusia

Penilaian Hasil Belajar

a.  Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.  Bentuk Instrumen:

-    Isian

-    Uraian

c.   Contoh Instrumen:

-    Instrumen tes isian

Setelah terjadi pembuahan ovum oleh sperma, zigot akan tumbuh menjadi ….

-    Contoh tes uraian

Jelaskan ciri-ciri seks sekunder pada remaja perempuan yang mengalami masa pubertas.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP.19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    2.    Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar :    2.1  Mendeskripsikan sistem gerak pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Indikator :    1.    Membandingkan organ penyusun sistem gerak pada manusia.

2.    Membedakan fungsi tulang rawan, tulang keras, otot, dan sendi sebagai penyusun rangka tubuh.

3.    Mengidentifikasi macam sendi dan fungsinya.

4.    Mendata contoh kelainan dan penyakit yang berkaitan dengan tulang dan otot yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

1.    Menyebutkan alat gerak pada manusia.

2.    Menyebutkan fungsi rangka tubuh manusia.

3.    Menyebutkan macam-macam tulang rawan.

4.    Menyebutkan macam-macam tulang keras.

5.    Membedakan karakteristik tulang rawan dan tulang keras.

6.    Menyebutkan tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.

7.    Menjelaskan karakteristik tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.

8.    Menyebutkan macam-macam hubungan antartulang.

9.    Menjelaskan fungsi dari macam-macam sendi.

10.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada tulang.

11.  Menyebutkan jenis-jenis otot pada manusia.

12.  Membedakan karakteristik otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

13.  Menjelaskan cara kerja otot.

14.  Membedakan sifat kerja otot berlawanan dan kerja otot bersamaan.

15.  Menjelaskan kelainan dan penyakit pada otot.

16.  Membedakan gerak pada hewan vertebrata.

Materi Pembelajaran :    Sistem Gerak

Metode Pembelajaran :    Model:

-    Direct Instruction (DI)

-    Cooperative Learning

Metode:

-    Diskusi kelompok

-    Eksperimen

-    Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Gerak apa saja yang kalian lakukan setiap hari?

-    Mengapa bila kita memegang daun telinga terasa lentur?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimanakah mekanisme gerak pada manusia?

-    Apakah fungsi dari tulang rawan?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan carta atau model rangka.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan alat gerak pada manusia.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai fungsi rangka tubuh manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan macam-macam tulang rawan dan tulang keras.

. Peserta didik berdiskusi tentang perbedaan karakteristik tulang rawan dan tulang keras.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia (tulang tengkorak, tulang badan, dan tulang anggota gerak).

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan karakteristik tulang-tulang yang menyusun rangka tubuh manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil carta atau model rangka manusia.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati rangka manusia dan tulang-tulang penyusunnya (kegiatan 2.1 h.43).

. Peserta didik dalam tiap kelompok melakukan eksperimen sesuai langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan hubungan antartulang (diartrosis dan amfiartrosis).

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai karakteristik dan fungsi macam-macam sendi.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan berbagai penyebab serta contoh-contoh kelainan dan penyakit pada tulang.

c. Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah otot jantung bekerja dipengaruhi oleh kesadaran kita?

-    Bagaimana ular dapat bergerak?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimana karakteristik otot jantung?

-    Apakah yang menyusun rangka ular?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan jenis-jenis otot pada manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan karakteristik otot lurik, otot polos, dan otot jantung.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan cara kerja otot.

. Wakil tiap kelompok diminta menjelaskan perbedaan kerja otot berlawanan dan bersamaan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan karakteristik kelainan dan penyakit pada otot.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan gerak pada hewan vertebrata.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas mengamati gerak pada ikan.

-    2 kelompok diberi tugas mengamati gerak pada amfibi.

-    2 kelompok diberi tugas mengamati gerak pada reptil.

-    2 kelompok diberi tugas mengamati gerak pada burung.

-    2 kelompok diberi tugas mengamati gerak pada mamalia.

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem gerak pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 35-64

b.    Video sistem gerak

c.    Carta sistem gerak

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Tes unjuk kerja

-    Penugasan

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes isian

-    Tes identifikasi

-    Tugas rumah

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Tulang rusuk melayang berjumlah….

a.  dua pasang                                     c.  empat pasang

b.  tiga pasang                                     d.  lima pasang

-    Contoh tes isian

Hubungan antartulang yang dapat menimbulkan gerakan bebas disebut….

-    Contoh tes identifikasi

No Macam sendi Arah gerakan Contoh
1. Sendi putar Tulang yang satu mengitari ujung tulang yang lain Kepala

-    Contoh tugas rumah

Buatlah kliping tentang berbagai kelainan dan penyakit pada tulang agar kalian memiliki wawasan tentang suatu kelainan atau penyakit pada tulang. Berilah keterangan atau komentar pada tiap gambar dalam kliping tersebut. Kalian dapat mencari sumber gambar atau artikel mengenai topik tersebut dari majalah, koran, atau internet, kemudian kumpulkan ke guru.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN( RPP )

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    2.    Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar :    2.2. Mendeskripsikan sistem pencernaan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Indikator :    1.    Membedakan antara saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan sebagai penyusun sistem pencernaan pada manusia.

2.    Mendeskripsikan jenis makanan berdasarkan kandungan zat yang ada di dalamnya.

3.    Membandingkan pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.

4.    Menyebutkan contoh kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

1.    Menyebutkan fungsi makanan bagi manusia.

2.    Menjelaskan fungsi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi untuk aktivitas tubuh.

3.    Menyebutkan bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.

4.    Menjelaskan fungsi protein sebagai bahan pembangun tubuh.

5.    Menyebutkan bahan makanan yang mengandung protein.

6.    Mengetahui adanya amilum, glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan.

7.    Menjelaskan fungsi mineral, vitamin, dan air sebagai pengatur dan pelindung tubuh.

8.    Menyebutkan sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai mineral yang diperlukan oleh tubuh manusia.

9.    Menyebutkan sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai vitamin yang diperlukan oleh tubuh manusia.

10.  Menyebutkan fungsi air bagi tubuh manusia.

11.  Menyebutkan fungsi ASI (Air Susu Ibu) bagi bayi.

12.  Menjelaskan fungsi bahan tambahan pada makanan dan pengaruhnya bagi kesehatan tubuh.

13.  Membedakan pencernaan mekanik dan pencernaan kimiawi.

14.  Menyebutkan alat-alat pencernaan makanan pada manusia.

15.  Membedakan saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan pada sistem pencernaan manusia.

16.  Menjelaskan proses pencernaan makanan di mulut.

17.  Menjelaskan proses pencernaan makanan di kerongkongan.

18.  Menjelaskan proses pencernaan makanan di lambung.

19.  Menjelaskan proses pencernaan makanan di usus halus.

20.  Menjelaskan proses pencernaan makanan di usus besar.

21.  Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan.

22.  Menjelaskan sistem pencernaan pada hewan vertebrata.

Materi Pembelajaran :    Sistem Pencernaan

Metode Pembelajaran :    Model:

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode:

-      Diskusi kelompok

-      Eksperimen

-      Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi atau sebagai bahan pembangun tubuh?

-    Mengapa bila kita kekurangan kalsium tulang menjadi rapuh?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah fungsi karbohidrat bagi tubuh manusia?

-    Apakah fungsi dari kalsium bagi tubuh manusia?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan fungsi makanan bagi manusia.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai fungsi karbohidrat dan lemak sebagai sumber energi untuk aktivitas tubuh.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan bahan makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai fungsi protein sebagai bahan pembangun tubuh.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan bahan makanan yang mengandung protein.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil 4 tabung reaksi, rak tabung reaksi, gelas beker, pipet, pembakar spiritus, kertas sampul (warna cokelat), tepung kanji, larutan glukosa, kuning telur, minyak goreng, larutan Iodin, larutan Biuret, dan larutan Benedict (Fehling A dan B).

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengetahui adanya amilum (pati), glukosa, lemak, dan protein pada beberapa bahan makanan (kegiatan 3.1 h.71).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan fungsi mineral, vitamin, dan air sebagai pengatur dan pelindung tubuh.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai sumber, fungsi, dan defisiensi dari berbagai mineral dan vitamin yang diperlukan oleh tubuh.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan fungsi air bagi tubuh manusia.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan fungsi ASI (Air Susu Ibu) bagi bayi dan fungsi bahan tambahan makanan serta pengaruhnya bagi kesehatan tubuh.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apa pada makanan yang kita makan?

-    Apakah fungsi tembolok pada burung?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimana cara kerja sistem pencernaan makanan pada manusia?

-    Apakah yang dimaksud dengan tembolok?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan pencernaan mekanik dan kimiawi.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil model atau carta untuk mengamati alat-alat pencernaan pada manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan alat-alat pencernaan makanan pada manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan proses pencernaan makanan di mulut.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan proses pencernaan makanan di kerongkongan.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan proses pencernaan makanan di lambung.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan proses pencernaan makanan di usus halus.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan proses pencernaan makanan di usus besar.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan sistem pencernaan pada hewan vertebrata.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pencernaan pada ikan.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pencernaan pada amfibi.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pencernaan pada reptil.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pencernaan pada burung.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pencernaan pada hewan memamah biak.

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem pencernaan pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Video sistem pencernaan, Charta sistem pencernaan, Alat dan bahan praktikum.

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:   – Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:            – Tes PG

- Tes isian

- Tes uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Penyakit xeroftalmia dapat disebabkan oleh kekurangan ….

a.  vitamin A               b.vitamin B          c.      vitamin C         d.vitamin D

-    Contoh tes isian

Fungsi cairan empedu dalam pencernaan adalah ….

-    Contoh tes uraian : Jelaskan proses pencernaan pada hewan memamah biak.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP )

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    1.    Memahami prosedur ilmiah untuk mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.

:    2.    Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar :    2.3. Mendeskripsikan sistem pernapasan pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Indikator :    1.    Membandingkan macam organ penyusun sistem pernapasan pada manusia.

2.    Membandingkan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.

3.    Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian pernapasan (respirasi).
  2. Membedakan pernapasan eksternal dan pernapasan internal.
  3. Menjelaskan proses pernapasan dalam tubuh manusia.
  4. Menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.
  5. Menjelaskan karakteristik dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.
  6. Mengamati bagian-bagian alat pernapasan pada manusia.
  7. Membedakan proses inspirasi dan ekspirasi pada proses pernapasan.
  8. Menjelaskan mekanisme pernapasan dada pada manusia.
  9. Menjelaskan mekanisme pernapasan perut pada manusia.
  10. Menjelaskan pengertian volume paru-paru.
  11. Membedakan volume total, volume tidal, dan volume residu dari volume udara pernapasan.
  12. Mengamati cara kerja paru-paru dengan alat bantu model paru-paru.
  13. Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbon dioksida selama proses pernapasan.
  14. Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
  15. Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.
  16. Menjelaskan bahaya merokok bagi kesehatan.
  17. Menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.
  18. Menyebutkan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.
  19. Menjelaskan sistem pernapasan pada hewan vertebrata.

Materi Pembelajaran :    Sistem Pernapasan

Metode Pembelajaran :    Model:

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode:

-      Diskusi kelompok

-      Eksperimen

-      Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apa yang dirasakan jika kita berada di ruangan yang terbatas dan tertutup?

-    Apa yang kita keluarkan sewaktu bernapas?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dimaksud dengan pernapasan?

-    Apakah yang dimaksud dengan proses ekspirasi?

. Pra eksperimen

- Berhati-hatilah menggunakan alat dan bahan praktikum.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian pernapasan (respirasi).

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan pernapasan eksternal dan internal.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan proses pernapasan di dalam tubuh manusia

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan alat-alat pernapasan pada manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil model atau carta untuk mengamati bagian-bagian alat pernapasan pada manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik dan fungsi alat-alat pernapasan pada manusia.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan proses inspirasi dan ekspirasi pada pernapasan manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan mekanisme pernapasan dada dan pernapasan perut.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian volume paru-paru.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan voleme total, volume tidal, dan volume residu dari volume pernapasan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil botol dari gelas berbentuk seperti bel, karet berupa lembaran, tali karet, penutup botol, pipa terbuat dari gelas berbentuk huruf Y, dan balon.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk melakukan eksperimen mengamati cara kerja paru-paru dengan alat bantu model paru-paru (Kegiatan 4.2 h.107).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai pertukaran oksigen dan karbon dioksida selama proses pernapasan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Sebutkan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.

-    Alat apakah yang digunakan ikan pada waktu bernafas?

. Prasyarat pengetahuan

-    Sebutkan racun yang terkandung dalam rokok.

-    Bagaimana mekanisme pernapasan pada ikan?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.

. Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem pernapasan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan bahaya merokok bagi kesehatan.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan racun yang terkandung dalam rokok.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan penyakit yang diakibatkan oleh merokok.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan sistem pernapasan pada hewan.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pernapasan pada ikan.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pernapasan pada amfibi.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pernapasan pada reptil.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pernapasan pada burung.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem pernapasan pada mamalia

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem pernapasan pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Video sistem pernapasan

c.    Carta sistem pernapasan

d.    Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-Tes tulis

-Penugasan

b.    entuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes uraian

-    Tugas rumah

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Karsinogen yang terdapat dalam rokok memicu timbulnya penyakit ….

a.  asma                                               c.  SARS

b.  bronkitis                                         d.  kanker paru-paru

-    Contoh tes uraian

Jelaskan apa yang dimaksud dengan pernapasan eksternal dan pernapasan internal.

-    Contoh tugas rumah

Buatlah sebuah artikel mading berwarna tentang flu burung dengan 3 orang teman kalian. Jelaskan selengkap-lengkapnya tentang penyakit tersebut, mulai:

-    sejarah flu burung

-    apa penyebabnya

-    gejalanya

-    cara mengatasinya

Kalian dapat membuat artikel tersebut dalam poster berukuran 50 cm x 40 cm kemudian disajikan semenarik mungkin. Kalian dapat mempresentasikan artikel tersebut kemudian menempelnya di mading kelas atau mading sekolah. Tujuannya agar kelompok lain pun memiliki tambahan wawasan mengenai suatu penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    2.    Memahami berbagai sistem dalam kehidupan manusia.

Kompetensi Dasar :    2.4. Mendeskripsikan sistem peredaran darah pada manusia dan hubungannya dengan kesehatan.

Indikator :    1.    Membandingkan macam organ penyusun sistem peredaran darah pada manusia.

2.    Menjelaskan fungsi jantung, pembuluh darah, dan darah dalam sistem peredaran darah.

3.    Mendata contoh kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari dan upaya mengatasinya.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian tentang darah.
  2. Menyebutkan fungsi darah.
  3. Menyebutkan komponen darah.
  4. Menyebutkan macam-macam sel darah.
  5. Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari macam-macam sel darah.
  6. Menjelaskan proses pembekuan darah.
  7. Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme plasma darah.
  8. Menyebutkan alat peredaran darah.
  9. Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme jantung.
  10. Menyebutkan macam-macam pembuluh darah.
  11. Menjelaskan karakteristik, fungsi, dan mekanisme pembuluh darah.
  12. Membedakan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.
  13. Menyebutkan golongan darah berdasarkan perbedaan aglutinogen dan aglutinin yang terkandung dalam darah.
  14. Menjelaskan proses transfusi darah.
  15. Menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah.
  16. Menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah.
  17. Menjelaskan sistem peredaran darah pada hewan vertebrata.

Materi Pembelajaran :    Sistem Peredaran Darah

Metode Pembelajaran :    Model

-    Direct Instruction (DI)

-    Cooperative Learning

Metode

-    Diskusi kelompok

-    Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa darah ada di semua bagian tubuh kita?

-    Pernahkah kalian menghitung berapa kali denyut jantung kita setiap hari?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah fungsi darah bagi manusia?

-    Bagaimana mekanisme jantung dalam mengedarkan darah?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian darah.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai fungsi darah.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil model atau carta untuk mengamati komponen darah pada manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan komponen darah pada manusia (sel-sel darah dan plasma darah).

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan macam-macam sel darah.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari macam-macam sel darah (sel darah merah, sel darah putih, dan keping darah).

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan proses terjadinya pembekuan darah.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme dari plasma darah.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil model atau carta untuk mengamati alat-alat peredaran darah.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan alat-alat peredaran darah pada manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan karakteristik, fungsi, dan mekanisme jantung.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan macam-macam pembuluh darah.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai karakteristik, fungsi, dan mekanisme pembuluh darah.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Pernahkah kalian mengalami transfusi darah?

-    Alat apakah yang digunakan serangga untuk mengedarkan sari-sari makanan?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah syarat-syarat transfusi darah?

-    Apakah fungsi darah pada serangga?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 3-4 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan sistem peredaran darah pada manusia.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan sistem peredaran darah kecil dan sistem peredaran darah besar.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan macam-macam golongan darah berdasarkan perbedaan aglutinogen (antigen) dan aglutinin (antibodi) yang terkandung dalam darah.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan syarat-syarat transfusi darah.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia.

. Guru menjelaskan kelainan dan penyakit pada sistem peredaran darah manusia.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan sistem peredaran darah pada hewan vertebrata.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada serangga.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada ikan.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada amfibi.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada reptil.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada burung.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan sistem peredaran darah pada mamalia.

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video mengenai sistem peredaran darah pada manusia dan hewan vertebrata yang telah dipersiapkan oleh guru.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Video sistem peredaran darah

c.    Charta atau model sistem peredaran darah

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Penugasan

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes uraian

-    Tugas rumah

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Bagian darah yang berfungsi menjaga tubuh dari infeksi penyakit adalah ….

a.  sel darah merah                              c.  keping-keping darah

b.  sel darah putih                                d.  plasma darah

-    Contoh tes uraian

Apa perbedaan antara pembuluh nadi dan pembuluh balik?

-          Contoh tugas rumah

Kalian telah belajar mengenai pentingnya jantung bagi kehidupan kita. Buatlah sebuah poster berwarna mengenai jantung berukuran 50 cm × 40 cm dan tempelkan di “mading” (majalah dinding) sekolah. Kalian dapat memberi keterangan dan hiasan yang menarik agar poster kalian lebih “hidup”. Kalian dapat mempresentasikan poster tersebut. Tujuannya agar teman kalian pun memiliki pengetahuan baru mengenai pentingnya jantung bagi tubuh kita.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004            


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    3.    Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar :    3.1  Mengidentifikasi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.

Indikator :    1.    Menjelaskan struktur dan fungsi jaringan di akar, batang, dan daun.

2.    Menunjukkan letak epidermis, korteks, dan stele pada tumbuhan

3.    Menjelaskan fungsi jaringan tertentu yang dijumpai pada tumbuhan.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan morfologi (struktur luar) akar.
  2. Menjelaskan anatomi (struktur dalam) akar.
  3. Menyebutkan fungsi akar.
  4. Menjelaskan proses penyerapan air dan mineral serta pengangkutannya.
  5. Membedakan peristiwa osmosis dan transpor aktif pada proses penyerapan air dan mineral.
  6. Mengamati peristiwa osmosis pada kentang.
  7. Menjelaskan fungsi akar sebagai alat pernapasan pada tumbuhan.
  8. Membedakan morfologi (struktur luar) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.
  9. Membedakan anatomi (struktur dalam) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.
  10. Membedakan batang tumbuhan dikotil dan monokotil.
  11. Melihat jaringan pengangkut pada batang.
  12. Menyebutkan fungsi batang.
  13. Menjelaskan morfologi (struktur luar) daun.
  14. Menjelaskan anatomi (struktur dalam) daun.
  15. Menyebutkan fungsi daun.
  16. Membedakan fungsi jaringan xilem dan jaringan floem.
  17. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengangkutan pada tumbuhan.
  18. Mengamati proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui xilem.
  19. Menyebutkan struktur bunga yang lengkap.
  20. Mengamati bagian-bagian bunga.
  21. Menyebutkan fungsi bunga.
  22. Menjelaskan struktur buah.
  23. Membedakan buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk.
  24. Menjelaskan struktur biji.

Materi Pembelajaran :    Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Metode Pembelajaran :    Model

-    Direct Instruction(DI)

-    Cooperative Learning

Metode

-    Diskusi kelompok

-    Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa pohon yang memiliki batang besar dan tinggi dapat berdiri kokoh di atas tanah?

-    Pernahkah kalian melihat dan mengamati tanaman jahe?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah fungsi akar?

-    Bagaimana struktur batang tanaman jahe?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan morfologi (struktur luar) akar.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai anatomi (struktur dalam) akar.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan fungsi akar.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan proses pengangkutan air dan mineral serta pengangkutannya.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan peristiwa osmosis dan transpor aktif pada proses penyerapan air dan mineral.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil pisau, mangkuk, dan kentang 1 buah.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengamati peristiwa osmosis pada kentang (kegiatan 6.1 h.152).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan mengenai peran akar sebagai alat pernapasan pada tumbuhan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan morfologi (struktur luar) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan anatomi (struktur dalam) batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan berkayu.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan batang tumbuhan dikotil dan monokotil.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan fungsi batang.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok untuk melihat jaringan pengangkut pada batang (kegiatan 6.2 h.158).

. Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan silet, mikroskop, kuas cat, gelas arloji, gelas objek, gelas penutup, batang kembang sepatu yang masih muda, phloroglucin, dan asam klorida pekat.

. Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah perbedaan susunan helai daun mangga dan daun belimbing?

-    Coba kalian petik bunga suatu tumbuhan, kemudian amati. Apakah bunga tersebut memiliki bagian-bagian yang lengkap?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dimaksud dengan daun majemuk?

-    Apakah yang dimaksud dengan bunga lengkap?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan morfologi (struktur luar) daun.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai anatomi (struktur dalam) daun.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan fungsi daun.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan fungsi jaringan xilem dan jaringan floem.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi sistem pengangkutan pada tumbuhan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil tabung erlenmeyer, pisau, ember, tumbuhan pacar air yang masih segar, dan larutan eosin atau tinta merah.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengamati proses pengangkutan air dan zat terlarut pada tumbuhan melalui xilem (kegiatan 6.4 h.166).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan struktur bunga yang lengkap.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan fungsi bunga.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok untuk mengamati bagian-bagian bunga (kegiatan 6.5 h.169).

. Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan alat tulis dan kertas gambar, kaca pembesar (lup), alat potong (cutter), dan beberapa jenis bunga.

. Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan struktur buah.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan buah tunggal, buah agregat, dan buah majemuk.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai struktur biji.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Carta struktur tumbuhan

c.    Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Tes unjuk kerja

b.    Bentuk Instrumen:

-    PG

-    Uraian

-    Tes identifikasi

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Rizoma pada jahe sebenarnya adalah ….

a.  akar                                                c.  batang

b.  daun                                               d.  umbi

-    Contoh tes uraian:

Jelaskan cara penyerapan air dan mineral dari dalam tanah oleh rambut-rambut akar tumbuhan.

-    Contoh tes identifikasi

Isi tabel berikut dengan mengisi nama bagian akar dan fungsinya.

Nama bagian akar Fungsi
Epidermis . . . . . . . . . .
. . . . . . . . . . Berperan dalam pertukaran gas
Endodermis . . . . . . . . . . .
Stele akar . . . . . . . . . . .
Xilem . . . . . . . . . . .
Floem . . . . . . . . . . .

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    3.    Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar :    3.2  Mendeskripsikan proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau.

Indikator :    1.    Menunjukkan bagian daun yang berperan dalam fotosintesis.

2.    Melakukan dan membuat laporan hasil percobaan fotosintesis.

3.    Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian fotosintesis.
  2. Mengetahui sejarah penemuan fotosintesis oleh para ahli sains.
  3. Menjelaskan bagian tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis.
  4. Menjelaskan proses fotosintesis.
  5. Menuliskan reaksi fotosintesis.
  6. Mengetahui apakah pati (amilum) dihasilkan dalam daun pada proses fotosintesis tumbuhan hijau.
  7. Mengetahui apakah cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis.
  8. Menjelaskan hasil fotosintesis sebagai sumber energi dan penghasil oksigen.
  9. Mengetahui bahwa pada proses fotosintesis terbentuk gas oksigen (O2).
  10. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi proses fotosintesis.
  11. Mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis.

Materi Pembelajaran :    Fotosintesis

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction(DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Bagaimana cara tumbuhan memperoleh makanan untuk pertumbuhannya?

-    Di manakah proses fotosintesis pada tumbuhan hijau itu terjadi?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dimaksud dengan proses fotosintesis?

-    Apakah yang dimaksud dengan kloroplas?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian fotosintesis.

. Peserta didik memperhatikan sejarah penemuan proses fotosintesis oleh para ahli sains yang disampaikan oleh guru.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan bagian tumbuhan yang berperan dalam proses fotosintesis.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan tempat terjadinya proses fotosintesis.

. Peserta didik berdiskusi kelompok tentang terjadinya proses fotosintesis.

. Wakil tiap kelompok diminta menuliskan reaksi fotosintesis secara sederhana.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil gelas beker, pembakar spiritus, kaki tiga, kawat kasa, tabung reaksi, penjepit, kertas saring, larutan Yodium, alkohol, air, sehelai daun dari tanaman pot yang telah terpapar cahaya matahari selama beberapa jam, dan sehelai daun dari tanaman sejenis yang disimpan dalam keadaan gelap selama 2 hari.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui apakah pati (amilum) dihasilkan dalam daun pada proses fotosintesis tumbuhan hijau (kegiatan 7.1 h.189).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok guna mengetahui apakah cahaya matahari diperlukan dalam proses fotosintesis (kegiatan 7.2 h.190).

. Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan kertas timah atau kertas alumunium, gelas beker, tabung reaksi, gunting, pembakar spiritus, kaki tiga, klip kertas, kawat kasa, tanaman dalam pot, larutan alkohol, larutan Yodium, dan kertas saring.

. Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah pada proses fotosintesis terbentuk gas oksigen?

-    Apa saja yang diperlukan tumbuhan untuk “mengolah” makanannya?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dihasilkan dari proses fotosintesis?

-    Faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi proses fotosintesis?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan fotosintesis sebagai sumber energi dan penghasil oksigen.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan hasil dari fotosintesis

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan hasil fotosintesis.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil gelas beker yang berisi air, corong kaca, tabung reaksi, lampu, tumbuhan air Hydrilla sp., lidi, korek api, dan plastisin.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui bahwa pada proses fotosintesis terbentuk gas oksigen (kegiatan 7.5 h.192).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan faktor-faktor yang mempengaruhi fotosintesis.

. Guru memberi instruksi kepada peserta didik untuk melakukan eksperimen kelompok guna mengetahui pengaruh intensitas cahaya terhadap laju fotosintesis (kegiatan 7.6 h.193).

. Peserta didik melakukan eksperimen dengan menggunakan kertas timah atau kertas alumunium, gelas beker, tabung reaksi, gunting, pembakar spiritus, kaki tiga, klip kertas, kawat kasa, tanaman dalam pot, larutan alkohol, larutan Yodium, dan kertas saring.

. Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Lingkungan

c.    Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Tes unjuk kerja

b.    Bentuk Instrumen:

-    PG

-    Uraian

-    Uji petik kerja produk

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Proses fotosintesis pada sel daun terjadi di dalam ….

a.  kloroplas                                             c.      inti sel

b.  vakuola                                               d.      dinding sel

-    Contoh tes uraian

Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi laju fotosintesis? Jelaskan secara singkat.

-    Contoh tes uji petik kerja produk

Deskripsikan makna perubahan warna pada daun setelah ditetesi larutan Yodium.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    3.    Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar :    3.3  Mengidentifikasi macam-macam gerak pada tumbuhan.

Indikator :    1.    Mendeskripsikan macam-macam gerak pada tumbuhan.

2.    Menjelaskan perbedaan gerak tropisme dengan gerak nasti.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan mekanisme gerak pada tumbuhan.
  2. Menjelaskan pengertian iritabilitas.
  3. Menyebutkan rangsangan yang mempengaruhi terjadinya gerak pada tumbuhan.
  4. Menjelaskan perbedaan gerak higroskopis dan gerak esionom.
  5. Menyebutkan contoh gerak higroskopis.
  6. Menyebutkan macam-macam gerak esionom.
  7. Menjelaskan pengertian gerak nasti.
  8. Menyebutkan contoh gerak nasti.
  9. Menjelaskan pengertian gerak tropisme.
  10. Menjelaskan perbedaan gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.
  11. Menyebutkan contoh gerak tropisme.
  12. Menjelaskan pengertian gerak taksis.
  13. Menyebutkan contoh gerak taksis.
  14. Membuktikan apakah biji yang sedang berkecambah menanggapi rangsangan gravitasi bumi.

Materi Pembelajaran :    Gerak pada Tumbuhan

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Eksperimen

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Pernahkah kalian memperhatikan pecahnya kulit kacang buncis yang telah tua?

-    Apa jika kita menyentuh daun tumbuhan putri malu?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan gerak higroskopis?

-    Apa yang dimaksud dengan gerak nasti?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) jalan-jalan ke halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam gerak pada tumbuhan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan mekanisme gerak pada tumbuhan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian iritabilitas.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan rangsangan yang mempengaruhi terjadinya gerak pada tumbuhan.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan gerak higroskopis dan gerak esionom.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh gerak higroskopis.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mengamati beberapa jenis tumbuhan untuk mengetahui gerak yang dilakukan akibat dari berbagai rangsangan yang diberikan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian gerak nasti.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh gerak nasti.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa ujung batang tanaman labu membelok dan membelit?

-    Mengapa sel sperma bergerak menuju sel telur pada peristiwa pembuahan?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan gerak tropisme?

-    Apa yang dimaksud dengan gerak taksis?

. Pra eksperimen

-    Berhati-hatilah menggunakan peralatan laboratorium.

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mengelilingi halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam gerak pada tumbuhan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian gerak tropisme.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh gerak tropisme positif dan gerak tropisme negatif.

. Peserta didik (dibimbing guru) mengamati gerak yang dilakukan oleh tumbuhan yang bersulur.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) diajak masuk ke ruang laboratorium untuk melaksanakan eksperimen.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengertian gerak taksis.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh gerak taksis.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil cawan petri, gabus 1 lembar, jarum, akuarium kecil, tutup kaca, kotak kertas dengan ukuran lebih besar dari akuarium, kapas, biji kacang hijau yang sedang berkecambah 5 buah, dan air.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk membuktikan apakah biji yang sedang berkecambah menanggapi rangsangan gravitasi bumi (kegiatan 8.1 h.204).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan eksperimen sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Guru memeriksa kegiatan eksperimen yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan kesimpulan dari hasil percobaan yang telah dilakukan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Lingkungan

c.    Alat dan bahan praktikum

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    PG

-    Isian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Contoh gerak fototaksis adalah ….

a.  gerak sperma menuju sel telur

b.  gerak menutupnya daun lamtoro pada sore hari

c.  gerak batang tumbuhan ke arah cahaya

d.  gerak kloroplas di dalam sel tumbuhan

-    Contoh tes isian:

Gerak pada bagian tumbuhan yang disebabkan oleh perubahan kadar air disebut ….

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    3.    Memahami sistem dalam kehidupan tumbuhan.

Kompetensi Dasar :    3.4  Mengidentifikasi hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator :    1.    Menjelaskan perbedaan hama dan penyakit pada tanaman.

  1. Mendata contoh hama dan penyakit pada organ tumbuhan yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian hama.
  2. Menyebutkan jenis-jenis hama.
  3. Menjelaskan cara memberantas hama yang tepat.
  4. Menjelaskan pengertian penyakit tanaman.
  5. Menjelaskan cara penyebaran penyakit pada tanaman.
  6. Menyebutkan beberapa penyakit pada tanaman dan penyebabnya.
  7. Menjelaskan karakteristik beberapa penyakit pada tanaman.

Materi Pembelajaran :    Hama dan Penyakit pada Tumbuhan

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction(DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Observasi

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Pernahkah kalian mendengar, bahwa petani sering gagal panen akibat tanamannya terserang hama?

-    Pernahkah kalian mendengar penyakit rebah kecambah?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan hama?

-    Apa yang dimaksud dengan penyakit rebah kecambah?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mengelilingi halaman sekolah untuk mengamati berbagai macam tanaman.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian hama.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai jenis-jenis hama (hama tanaman terdiri dari hewan mamalia, serangga, dan burung).

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh-contoh hama.

. Peserta didik (dibimbing guru) mengamati beberapa jenis tanaman untuk mengetahui terserang hama atau tidak.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara memberantas hama yang tepat.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian penyakit tanaman.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai penyebaran penyakit pada tanaman (melalui angin, air, dan serangga).

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan penyakit pada tanaman dan penyebabnya.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan karakteristik beberapa penyakit pada tanaman.

. Peserta didik memperhatikan tayangan video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tanaman yang telah dipersiapkan oleh guru.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku Belajar IPA Membuka Cakrawala Alam Sekitar Untuk Kelas VIII

b.    Video tentang contoh-contoh hama dan penyakit pada tanaman

c.    Lingkungan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Penugasan

b. Bentuk Instrumen:

-    Tes uraian

-    Tugas proyek

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes uraian

Apa perbedaan antara hama tanaman dan penyakit tanaman? Berikan contohnya.

-    Contoh tugas proyek

Buatlah sebuah laporan tertulis mengenai hama dan penyakit pada tanaman yang merusak hasil panen dengan 3 orang temanmu. Jelaskan selengkap-lengkapnya tentang hama dan penyakit tersebut, mulai dari:

-    ciri-cirinya                                                             –    pola penyebarannya

-    gejala dan organ pada tanaman yang diserang       –    cara mengatasinya

Kalian dapat membuat laporan tertulis dengan melakukan wawancara kepada petani kemudian disajikan semenarik mungkin. Kalian dapat mempresentasikan laporan tertulis tersebut, kemudian menempelnya di mading kelas atau mading sekolah. Tujuannya agar kelompok lain pun memiliki tambahan wawasan mengenai hama dan penyakit pada tanaman yang merusak hasil panen.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    4.    Memahami konsep partikel materi.

Kompetensi Dasar :    4.1  Menjelaskan konsep atom, ion, dan molekul.

Indikator :    1.    Mendefinisikan pengertian partikel materi (atom, ion, dan molekul).

  1. Memberikan contoh materi tertentu yang terdiri dari ion-ion.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Mengetahui penemuan atom.
  2. Mengetahui penemuan partikel subatomik dan struktur atom.
  3. Membedakan elektron, proton, dan neutron.
  4. Menentukan konfigurasi elektron dari suatu unsur.
  5. Menuliskan konfigurasi elektron dari suatu unsur.
  6. Membedakan nomor atom dan nomor massa.
  7. Menuliskan nomor atom dan nomor massa dari suatu unsur.
  8. Membedakan isotop, isobar, dan isoton.
  9. Menyebutkan contoh isotop, isobar, dan isoton.
  10. Menjelaskan pengertian massa atom relatif.
  11. Menjelaskan pengertian ion.
  12. Membedakan ion positif dan ion negatif.
  13. Menyebutkan beberapa contoh ion.

Materi Pembelajaran :    Atom, Ion dan Molekul

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah yang bergerak mengeliling inti atom?

-    Atom yang kehilangan elektron akan menjadi ion positif atau ion negatif?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apakah yang dimaksud dengan elektron?

-    Apakah yang dimaksud dengan ion positif?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik memperhatikan penjelasan guru mengenai penemuan partikel subatomik dan struktur atom.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan elektron, proton, dan neutron.

. Guru menjelaskan cara menentukan konfigurasi elektron dari suatu unsur.

. Peserta didik berdiskusi kelompok untuk menentukan konfigurasi elektron beberapa unsur.

. Wakil tiap kelompok diminta menuliskan konfigurasi elektron dari 3 buah unsur.

. Guru memeriksa penulisan konfigurasi elektron yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik memperhatikan perbedaan pengertian nomor atom dan nomor massa dari suatu unsur yang disampaikan oleh guru.

. Guru memberikan contoh soal cara menentukan nomor atom dan nomor massa suatu unsur.

. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal cara menentukan nomor atom dan nomor massa dari suatu unsur di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai perbedaan isotop, isobar, dan isoton.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan beberapa contoh isotop, isobar, dan isoton.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian massa atom relatif.

. Peserta didik memperhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru mengenai perbedaan ion positif dan ion negatif.

. Peserta didik diminta menyebutkan beberapa contoh ion positif dan ion negatif.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberi penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 209-220

b.    Buku referensi yang relevan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    PG

-    Uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Partikel pembentuk inti atom terdiri dari ….

a.  proton dan neutron                         c.  elektron dan neutron

b.  proton dan elektron                        d.  proton saja

-    Contoh uraian

Jelaskan perbedaan antara isotop, isobar, dan isoton. Berikan contohnya masing-masing.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    4.    Memahami konsep partikel materi.

Kompetensi Dasar :    4.2  Menghubungkan konsep atom, ion, dan molekul dengan produk kimia sehari-hari.

Indikator :    1.    Menjelaskan hubungan atom, ion, dan molekul.

  1. Mendeskripsikan komponen penyusun salah satu produk kimia.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pembentukan ion positif atau ion negatif dari atom.
  2. Membedakan ion monoatomik dan ion poliatomik.
  3. Menyebutkan ion monoatomik dan ion poliatomik.
  4. Menuliskan lambang ion monoatomik dan ion poliatomik.
  5. Menjelaskan pembentukan senyawa dari ion positif dan ion negatif.
  6. Menyebutkan contoh senyawa dalam produk kimia sehari-hari.
  7. Menuliskan komponen penyusun produk kimia sehari-hari.

Materi Pembelajaran :    Hubungan Atom, Ion, dan Molekul dengan Produk Kimia

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah ion Na+ tergolong ion monoatomik atau ion poliatomik?

-    Bagaimana pembentukan senyawa garam dapur?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan ion monoatomik?

-    Bagaimana pembentukan suatu senyawa dari ion positif dan ion negatif?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pembentukan ion positif atau ion negatif dari atom.

. Guru memberikan contoh pembentukan ion positif dan ion negatif.

. Peserta didik berdiskusi kelompok tentang perbedaan ion monoatomik dan ion poliatomik.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan ion monoatomik dan ion poliatomik.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh ion monoatomik dan ion poliatomik.

. Guru memeriksa penulisan ion monoatomik dan ion poliatomik yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik memperhatikan pembentukan suatu senyawa dari ion positif dan ion negatif yang disampaikan oleh guru.

. Guru memberikan contoh soal pembentukan suatu senyawa dari ion positif dan ion negatif.

. Guru menunjuk salah satu peserta didik untuk menjawab soal pembentukan suatu senyawa dari ion positif dan ion negatif di depan kelas, sedangkan peserta didik yang lain memperhatikannya.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh senyawa dalam produk kimia sehari-hari.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil beberapa produk kimia sehari-hari yang telah disiapkan oleh guru.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan komponen penyusun produk kimia sehari-hari.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 220-223

b.    Buku referensi yang relevan

c.    Produk kimia sehari-hari

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Di bawah ini merupakan ion monoatomik, kecuali ….

a.  H+ c.  Ca2+

b.  Cl- d.  OH-

-   Contoh tes uraian

Jelaskan bagaimana atom dapat membentuk ion positif atau ion negatif.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester :    VIII (delapan)/Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    4.    Memahami konsep partikel materi.

Kompetensi Dasar :    4.3  Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa.

Indikator :    1.    Menjelaskan dengan simbol perbedaan antara molekul unsur dan molekul senyawa.

  1. Menunjukkan beberapa contoh molekul sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian molekul.
  2. Membedakan molekul unsur dan molekul senyawa.
  3. Menyebutkan molekul unsur dan molekul senyawa.
  4. Menuliskan beberapa contoh molekul unsur dan molekul senyawa.
  5. Membedakan molekul diatomik dan molekul poliatomik.
  6. Menyebutkan molekul diatomik dan molekul poliatomik.
  7. Menuliskan beberapa contoh molekul diatomik dan molekul poliatomik.
  8. Menyebutkan beberapa contoh molekul dalam kehidupan sehari-hari.

Materi Pembelajaran :    Perbandingan Molekul Unsur dan Molekul Senyawa

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah gas oksigen (O2) tergolong molekul unsur atau molekul senyawa?

-    Apakah asam nitrat (HNO3) tergolong molekul diatomik atau molekul poliatomik?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan molekul unsur?

-    Apa yang dimaksud dengan molekul poliatomik?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian molekul.

. Peserta didik berdiskusi kelompok tentang perbedaan molekul unsur dan molekul senyawa.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan molekul unsur dan molekul senyawa.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh molekul unsur dan molekul senyawa.

. Guru memeriksa penulisan molekul unsur dan molekul senyawa yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan perbedaan molekul diatomik dan molekul poliatomik.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan contoh molekul diatomik dan molekul poliatomik.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh molekul diatomik dan molekul poliatomik.

. Guru memeriksa penulisan molekul diatomik dan molekul poliatomik yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan beberapa contoh molekul dalam kehidupan sehari-hari.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 223-228

b.    Buku referensi yang relevan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG:

Molekul di bawah ini yang termasuk molekul senyawa dan juga poliatomik adalah ….

a.  H2O                                                c.  O3

b.  O2 d.  HCl

-    Contoh tes uraian

a.  Apakah perbedaan antara molekul unsur dan molekul senyawa?

b.  Berikan masing-masing lima contoh molekul unsur dan molekul senyawa.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    5.    Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan.

Kompetensi Dasar :    5.1  Mencari informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

Indikator :    1.    Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Menjelaskan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Menjelaskan pengertian bahan pembersih.
  3. Menyebutkan bahan-bahan kimia pada bahan pembersih.
  4. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pembersih.
  5. Menjelaskan pengertian bahan pemutih.
  6. Menyebutkan bahan-bahan kimia pada bahan pemutih.
  7. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pemutih.
  8. Menjelaskan pengertian bahan pewangi.
  9. Menyebutkan bahan-bahan kimia pada bahan pewangi.
  10. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pewangi.
  11. Menjelaskan pengertian bahan pembasmi serangga.
  12. Menyebutkan bahan-bahan kimia pada bahan pembasmi serangga.
  13. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pembasmi serangga.

Materi Pembelajaran :    Kimia Rumah Tangga

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Apakah bahan pembersih yang biasa kamu gunakan di rumah?

-    Pernahkah kamu menggunakan parfum?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimana cara sabun membersihkan kotoran?

-    Bahan kimia apa saja yang dapat digunakan sebagai bahan pewangi?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan kegunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pembersih.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pemutih.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pewangi.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pembasmi serangga

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh bahan kimia pada bahan pembersih, bahan pemutih, bahan pewangi dan bahan pembasmi serangga.

. Perwakilan peserta didik diminta menyebutkan jawaban yang telah ditulis.

. Guru memeriksa penulisan masing-masing lima contoh bahan kimia pada bahan pembersih, bahan pemutih, bahan pewangi, dan bahan pembasmi serangga yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 229-235

b.    Buku referensi yang relevan.

c.    Produk kimia sehari-hari

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes isian

-    Tes uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes isian

Bahan kimia yang dapat melarutkan lemak adalah ….

-    Contoh tes uraian

Sebutkan lima jenis tanaman yang buah atau bunganya dapat dijadikan bahan pewangi.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    5     Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan.

Kompetensi Dasar :    5.2  Mengkomunikasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia.

Indikator :    1.    Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk.

  1. Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan kimia bagi lingkungan.
  2. Menyebutkan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.
  3. Menjelaskan pengertian eutrofikasi.
  4. Menjelaskan proses terjadinya eutrofikasi.
  5. Menjelaskan pengaruh penggunaan bahan kimia bagi manusia.
  6. Menyebutkan penyakit yang disebabkan penggunaan bahan kimia.
  7. Mengetahui bahan-bahan kimia dalam obat pembasmi nyamuk.
  8. Menjelaskan cara mengurangi dampak negatif penggunaan bahan kimia.

Materi Pembelajaran :    Kegunaan dan Efek Samping Bahan Kimia

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Sebutkan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan?

-    Bolehkah kita membuang sisa-sisa bahan kimia secara sembarangan?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bagaimana bahan kimia dikatakan berbahaya bagi lingkungan?

-    Bagaimana cara mengurangi dampak negatif akibat penggunaan bahan kimia?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengaruh penggunaan bahan kimia bagi lingkungan.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan bahan kimia yang dapat mencemari lingkungan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian eutrofikasi.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan proses terjadinya eutrofikasi.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengaruh penggunaan bahan kimia bagi manusia.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan penyakit yang disebabkan penggunaan bahan kimia.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil kemasan obat pembasmi nyamuk.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengetahui bahan-bahan kimia dalam obat pembasmi nyamuk (kegiatan 10.4 h.237).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan diskusi sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan cara mengurangi dampak negatif penggunaan bahan kimia.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 235-240

b.    Buku referensi yang relevan

c.    Kemasan produk kimia

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Tes unjuk kerja

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes uraian

-    Tes identifikasi

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes uraian

Sebutkan manfaat dan dampak negatif dari penggunaan insektisida.

-    Contoh tes identifikasi

Tulislah bahan-bahan kimia yang terdapat dalam produk kimia pengusir atau pembasmi nyamuk (semprot, spray, atau lotion). Serangga apa saja yang dapat diusir atau dibasmi dengan bahan tersebut? Apakah bahan tersebut aman bagi pemakainya? Tentukan efek samping bahan kimia yang terdapat pada kemasan tersebut.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    5     Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan.

Kompetensi Dasar :    5.3  Mendeskripsikan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

Indikator :    1.    Mengidentifikasikan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam makanan.

  1. Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan bahan-bahan kimia buatan yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap yang terdapat dalam bahan makanan kemasan.
  2. Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian bahan aditif.
  2. Menyebutkan fungsi bahan aditif.
  3. Membedakan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan.
  4. Menjelaskan pengertian bahan pewarna.
  5. Menyebutkan bahan-bahan kimia alami dan buatan pada bahan pewarna.
  6. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pewarna.
  7. Menjelaskan pengertian bahan pemanis.
  8. Menyebutkan bahan-bahan kimia alami dan buatan pada bahan pemanis.
  9. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pemanis.
  10. Menjelaskan pengertian bahan pengawet.
  11. Menyebutkan bahan-bahan kimia alami dan buatan pada bahan pengawet.
  12. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan pengawet.
  13. Menjelaskan pengertian bahan penyedap.
  14. Menyebutkan bahan-bahan kimia alami dan buatan pada bahan penyedap.
  15. Menjelaskan kegunaan dan mekanisme bahan kimia pada bahan penyedap.
  16. Membedakan bahan pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap yang tercantum dalam kemasan makanan.
  17. Menjelaskan cara pemakaian bahan kimia secara aman.

Materi Pembelajaran :    Bahan Kimia dalam Makanan

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Sebutkan bahan kimia alami yang dapat digunakan sebagai bahan pewarna.

-    Bahan kimia apakah yang digunakan nelayan untuk mengawetkan ikan hasil tangkapannya?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan bahan pewarna?

-    Apa yang dimaksud dengan bahan pengawet?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok, masing-masing kelompok terdiri dari 4-5 siswa laki-laki dan perempuan yang berbeda kemampuannya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian bahan aditif.

. Perwakilan peserta didik diminta menyebutkan fungsi bahan aditif.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru membagi tugas kelompok:

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pewarna.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pemanis.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan pengawet.

-    2 kelompok diberi tugas menjelaskan jenis, kegunaan, dan mekanisme bahan kimia pada bahan penyedap.

. Tugas kelompok diberikan 1 minggu sebelum proses pembelajaran dilaksanakan.

. Setiap kelompok diminta melaporkan hasil pengamatannya dalam bentuk karya tulis.

. Setiap kelompok diminta mempresentasikan hasil diskusinya di depan kelompok yang lain.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

PERTEMUAN KEDUA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa kita perlu memeriksa tanggal kadaluwarsa makanan?

-    Bagaimana mengidentifikasi makanan yang sudah lolos uji oleh Badan POM?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan tanggal kadaluwarsa?

-    Apakah tugas utama Badan POM (Pengawas Obat dan Makanan) ?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Wakil tiap kelompok diminta mengambil beberapa kemasan makanan yang telah disiapkan oleh guru.

. Guru mempresentasikan langkah kerja untuk mengelompokkan bahan-bahan kimia yang tercantum dalam kemasan makanan (kegiatan 11.1 h.248).

. Peserta didik dalam setiap kelompok melakukan diskusi sesuai dengan langkah kerja yang telah dijelaskan guru.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh bahan pewarna, bahan pemanis, bahan pengawet, dan bahan penyedap.

. Perwakilan peserta didik diminta menyebutkan jawaban yang telah ditulis.

. Guru memeriksa penulisan masing-masing lima contoh bahan pewarna, bahan pemanis, bahan pengawet, dan bahan penyedap yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan mengenai pemakaian bahan kimia secara aman.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih makanan dalam kemasan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi hasil diskusi peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 241-252

b.    Buku referensi yang relevan

c.    Makanan dalam kemasan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Penugasan

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes uraian

-    Tugas rumah

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes uraian

Sebutkan contoh-contoh bahan pewarna alami dan bahan pewarna buatan.

-    Contoh tugas rumah

Kumpulkan kemasan makanan yang mencantumkan komponen penyusunnya. Buatlah laporan tentang bahan kimia alami dan bahan kimia buatan yang ada pada makanan tersebut.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    5.    Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan.

Kompetensi Dasar :    5.4  Mendeskripsikan sifat atau pengaruh zat adiktif dan psikotropika.

Indikator :    1.    Menjelaskan pengertian zat adiktif dan zat psikotropika.

  1. Menjelaskan dampak negatif zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan zat psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Menjelaskan pengertian zat adiktif.
  2. Menyebutkan contoh zat adiktif.
  3. Menjelaskan pengaruh merokok bagi kesehatan.
  4. Menyebutkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dalam rokok.
  5. Menjelaskan pengaruh minuman keras bagi kesehatan.
  6. Menyebutkan penyakit yang disebabkan oleh minuman keras.
  7. Menjelaskan pengertian zat psikotropika.
  8. Menyebutkan golongan obat-obatan psikotropika.
  9. Membedakan obat stimulan, obat depresan, dan obat halusinogen.
  10. Menjelaskan dampak negatif obat-obatan psikotropika bagi kesehatan.
  11. Menyebutkan penyakit yang disebabkan oleh obat-obatan psikotropika.
  12. Menjelaskan dampak negatif zat adiktif dan zat psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial.

Materi Pembelajaran :    Zat Adiktif dan Psikotropika

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa merokok dapat berbahaya bagi ibu hamil?

-    Apakah dampak negatif obat-obatan psikotropika bagi kesehatan?

. Prasyarat pengetahuan

-    Bahan kimia apa saja yang terkandung dalam rokok?

-    Apa yang dimaksud dengan obat-obatan psikotropika?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian zat adiktif.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan zat adiktif.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pengaruh merokok bagi kesehatan.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan bahan-bahan kimia yang berbahaya dalam rokok.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai pengaruh minuman keras bagi kesehatan.

. Wakil tiap kelompok menyebutkan penyakit yang disebabkan oleh minuman keras.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan pengertian zat psikotropika.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan golongan obat-obatan psikotropika.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan perbedaan obat stimulan, obat depresan, dan obat halusinogen.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai dampak negatif obat-obatan psikotropika bagi kesehatan.

. Wakil tiap kelompok diminta menyebutkan penyakit yang disebabkan oleh obat-obatan psikotropika.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Guru menjelaskan dampak negatif zat adiktif dan zat psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 253-259

b.    Buku referensi yang relevan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-     Tes tulis

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes PG

-    Tes uraian

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes PG

Di bawah ini merupakan racun utama yang terdapat dalam rokok, kecuali ….

a.  tar                                                   c.  karbon monoksida

b.  nikotin                                            d.  oksigen

-    Contoh tes uraian

Sebutkan tiga golongan obat psikotropika berikut contohnya.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah :    SMP Negeri 17 Banda Aceh

Kelas / Semester : VIII (delapan) / Semester 1

Mata Pelajaran :    IPA (Ilmu Pengetahuan Alam)

Standar Kompetensi :    5.    Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan.

Kompetensi Dasar :    5.5  Menghindarkan diri dari pengaruh zat adiktif dan zat psikotropika.

Indikator :    1.    Menjelaskan cara menghindarkan diri dari zat adiktif (rokok dan minuman keras) dan zat psikotropika.

  1. Mendata zat adiktif dan zat psikotropika yang digunakan di bidang kesehatan.

Tujuan Pembelajaran :    Peserta didik dapat:

  1. Membedakan tujuan penggunaan zat adiktif dan zat psikotropika untuk medis dan non-medis.
  2. Menjelaskan pengertian overdosis.
  3. Menjelaskan masalah yang diakibatkan oleh penyalahgunaan zat adiktif dan zat psikotropika.
  4. Menjelaskan cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan zat psikotropika.
  5. Menyebutkan contoh zat adiktif dan zat psikotropika yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
  6. Menuliskan contoh zat adiktif dan zat psikotropika yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.
  7. Menjelaskan pemanfaatan zat adiktif dan zat psikotropika dalam bidang kesehatan.

Materi Pembelajaran :    Cara Menghindari Diri dari Pengaruh Zat Adiktif dan Zat Psikotropika

Metode Pembelajaran :    Model

-      Direct Instruction (DI)

-      Cooperative Learning

Metode

-      Diskusi kelompok

-      Ceramah

Langkah-langkah Kegiatan

PERTEMUAN PERTAMA

a.    Kegiatan Pendahuluan

. Motivasi dan apersepsi

-    Mengapa overdosis zat psikotropika dapat menyebabkan kematian?

-    Mengapa kloroform tidak digunakan lagi sebagai obat anestesi?

. Prasyarat pengetahuan

-    Apa yang dimaksud dengan overdosis?

-    Apa yang dimaksud dengan obat anestesi?

b.    Kegiatan Inti

. Guru membimbing peserta didik dalam pembentukan kelompok.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan tujuan penggunaan zat adiktif dan zat psikotropika untuk medis dan non-medis.

. Wakil tiap kelompok diminta menjelaskan pengertian overdosis.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan masalah yang diakibatkan oleh penyalahgunaan zat adiktif dan zat psikotropika.

. Peserta didik berdiskusi kelompok mengenai cara mencegah penyalahgunaan zat adiktif dan zat psikotropika.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

. Peserta didik (dibimbing guru) mendiskusikan contoh zat adiktif dan zat psikotropika yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

. Peserta didik diminta menuliskan masing-masing lima contoh zat adiktif dan zat psikotropika yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan.

. Guru memeriksa penulisan masing-masing lima contoh zat adiktif dan zat psikotropika yang dimanfaatkan dalam bidang kesehatan yang dilakukan peserta didik apakah sudah dilakukan dengan benar atau belum. Jika masih ada peserta didik atau kelompok yang belum dapat melakukannya dengan benar, guru dapat langsung memberikan bimbingan.

. Peserta didik dalam setiap kelompok mendiskusikan pemanfaatan zat adiktif dan zat psikotropika dalam bidang kesehatan.

. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi secara klasikal.

. Guru menanggapi jawaban peserta didik dan memberikan informasi yang sebenarnya.

c.    Kegiatan Penutup

. Guru memberikan penghargaan kepada kelompok yang kinerja dan kerja samanya baik.

. Peserta didik (dibimbing guru) berdiskusi untuk membuat rangkuman.

. Guru memberikan tugas rumah berupa latihan soal.

Sumber Belajar

a.    Buku IPA Terpadu Jl.2A  halaman 259-264

b.    Buku referensi yang relevan

Penilaian Hasil Belajar

a.    Teknik Penilaian:

-    Tes tulis

-    Penugasan

b.    Bentuk Instrumen:

-    Tes uraian

-    Tugas rumah

c.    Contoh Instrumen:

-    Contoh tes uraian

Apa yang dapat kita lakukan agar terhindar dari penyalahgunaan zat adiktif dan zat psikotropika?

-    Contoh tugas rumah

Buatlah data tentang zat-zat adiktif dan zat-zat psikotropika yang digunakan dalam bidang kesehatan.

Banda Aceh,

Mengetahui

Kepala SMP Negeri 17 Banda Aceh                                                    Guru Mata Pelajaran

Drs. Nurzal Noer                                                                                 Nazariah, S. Pd

NIP. 19570220 198403 1 001                                                             NIP. 19820512 200604 2 004

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Materi Dasar Atom, Ion, dan Molekul


SK: 4. Menjelaskan Konsep Partikel Materi

KD : 4.1 Menjelaskan Konsep Atom, Ion, dan Molekul

-    Mendefenisikan Pengertian Partikel Materi (Atom, Ion, dan Molekul).

-    Memberikan Contoh Materi Tertentu Yang Terdiri Atas Ion-ion

4.2 Menghubungkan Konsep Atom, Ion, dan Molekul Dengan Produk Kimia Sehari-hari

-    menjelaskan hubungan atom, ion, dan molekul

-    mendeskripsikan komponen penyusun salah satu produk kimia.

4.3 Membandingkan molekul unsur dan molekul senyawa.

-    Menjelaskan dengan simbol perbedaan molekul unsur dan molekul senyawa

-    Menunjukkan beberapa contoh molekul sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

A. Pengertian Partikel Materi

Partikel materi adalah bagian terkecil dari suatu materi. Setiap materi mengandung partikel-partikel kecil yang menyusun zat tersebut yang dapat berupa atom, ion, dan molekul. Sampai saat ini belum ada yang mengetahui bentuk partikel terkecil zat, para ilmuan  berupaya mengembangkan beragam modelnya dari data yang mereka kumpulkan. Setiap zat yang berbeda disusun oleh partikel-partikel terkecil yang berbeda pula. Misalnya, air disusun oleh partikel-partikel terkecil yang berbeda dengan partikel-partikel terkecil yang menyusun gula pasir.

B. Atom

Sekitar 450 tahun sebelum Masehi ahli filsafat Yunani Leucippus dan Democritus menyatakan bahwa semua materi disusun oleh partikel-partikel yang sangat kecil sekali dan tak dapat dibagi-bagi lagi yang disebut atom. Atom berasal dari bahasa Yunani, yakni atomos ( a:tidak dan tomos: terbagi).

Pada tahun 1808 seorang guru kimia dari Inggris John Dalton (1766-1844) mengajukan pemikiran tentang atom yang dikenal dengan istilah “model atom Dalton” dengan intisari sebagai berikut:

  1. Setiap unsur terdiri atas partikel-partikel terkecil yang tak dapat dibagi-bagi lagi, disebut atom.
  2. Semua atom dari unsur yang sama memiliki ukuran dan massa yang sama. Atom-atom dari unsur yang berbeda memiliki massa yang berbeda pula. Dengan demikian, banyaknya macam atom sama dengan banyaknya macam unsur.
  3. Atom-atom tidak dapat dirusak . Atom-atom tidak dapat dimusnahkan atau diciptakan melalui reaksi kimia.
  4. Melalui reaksi kimia, atom-atom dari pereaksi akan memiliki susunan yang baru daaan akan saling terikat satu sama lain dengan rasio atau perbandingan bilangan tertentu.

Dalam gambar-gambar atom dari unsur yang berbeda diberi warna yang berbeda hanya untuk menunjukkan bahwa atom tersebut berasal dari unsur yang berbeda. Pewarnaan ini bukan warna dari atom itu sendiri.

Dalam keadaan tunggal atom tidak memiliki sifat-sifat tertentu, seperti warna, wujud, massa jenis, daya hantar listrik, titik didih, titik leleh, dll. Sifat-sifat itu baru muncul jika atom-atom dalam jumlah besar bergabung membentuk kumpulan atom dengan cara-cara tertentu. Cara-cara atom berikatan akan menentukan sifat dari zat yang dibentuk.

Para ahli kimia menyusun unsur dan senyawanya dalam suatu sistem periodik unsur yaitu suatu tabel yang berisi 118 unsur yang berada dalam keadaan bebas ataupun senyawanya di alam bahkan juga unsur-unsur yang hanya ada di laboratorium.

Kolom dalam sistem periodik unsur disebut golongan. Dalam setiap golongan hanya terdapat satu golongan unsur. Dalam satu golongan, unsur-unsur akan disusun sesuai dengan kenaikan nomor massa.

Gambar sistem periodik

Unsur-unsur golongan utama diberi tambahan simbol A dibelakang nomor golongannya.  Unsur-unsur dalam golongan utama pertama (IA) disebut unsur golongan logam alkali (hidrogen bukan logam jadi tidak termasuk logam alkali). Golongan utama kedua (IIA) unsur logam alkali tanah. Unsur-unsur dalam golongan utama ketujuh (VIIA) disebut unsur golongan halogen, dan unsur dalam golongan utama kedelapan (VIIIA) disebut unsur golongan gas mulia.

Setiap baris sistem periodik dimulai dengan unsur logam alkali dan berakhir dengan unsur gas mulia. Unsur-unsur yang merupakan satu golongan akan ditemukan kembali sifat atomnya secara periodik dalam setiap baris. Oleh karena itu  baris dalam sistem periodik disebut periode. Nomor periode ditulis dengan angka 1,2,3,4,5,6, dan 7. Periode pertama hanya unsur hidrogen dan helium

Dalam sistem periodik, setiap unsur ditulis dalam bentuk lambang disertai nomor atom dan nomor  massa.

Lambang atom unsur litium adalah Li

Nomor atom unsur Li adalah 3

Nomor massa unsur Li adalah 6

C. Molekul

Banyak partikel terkecil dari suatu zat di alam yang bukan atom, melainkan gabungan dari dua atau lebih atom unsur. Gabungan dua atom atau lebih dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul. Jika atomnya dari unsur yang sama molekulnya disebut molekul unsur. Contoh molekul unsur diantaranya O2 (oksigen), H2 (hidrogen), N2 (nitrogen), O3 (ozon), dan S8 (belerang). Jika molekulnya tersusun dari dua atau lebih atom dari unsur yang berbeda disebut molekul senyawa. Contohnya CO2 (karbon dioksida), H2O (oksigen), C12H22O11 (gula putih), C2H5OH (etanol), dan CO (karbon monoksida) yaitu gas yang dapat meracuni darah kita sehingga menimbulkan kematian.

D. Ion

Pada pertengahan abad ke-19, banyak hasil penelitian yang menunjukkan bahwa tidak semua senyawa terbentuk dari gabungan dua atau lebih atom unsur, melainkan oleh gabungan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion. Muatan ion satu kali atau beberapa kali muatan elektron, yaitu muatan terkecil yang disebut muatan dasar.

Logam-logam membentuk ion-ion bermuatan positif (Kation) dan unsur bukan logam sebagian besar membentuk ion bermuatan negatif (Anion).

Atom-atom dalam keadaan netral mengandung muatan positif dan negatif yang sama jumlahnya. Muatan ion dapat diperkirakan dari letak unsur dalam sistem periodik.

Ion logam alkali (IA) selalu membentuk ion-ion bermuatan positif satu, misalnya ion litium (Li+), ion natrium (Na+), dan ion kalium ((K+). Ion-ion logam alkali tanah (IIA) memiliki muatan positif dua, misalnya ion kalsium (Ca2+), dan magnesium (Mg2+).

Ion-ion dari unsur golongan halogen (VIIA) selalu bermuatan negatif satu, yaitu ion fluorida (F-), ion klorida (Cl-), ion bromida (Br-), dan ion iodida (I-). Ion-ion dari golongan  VIA membentuk ion bermuatan negatif dua, seperti oksigen membentuk oksida (O2-) atau belerang membentuk sulfida (S2-). Dari golongan VA, unsur nitrogen membentuk nitrida (N3-).

Ion-ion diatas berasal dari satu buah unsur (monoatom). Ion juga terdapat dari gabungan dua atau lebih atom unsur yang berbeda (poliatom). Misalnya, ion sulfat (SO42-), ion nitrat (NO3-), ion asetat (CH3COO-), ion ammonium (NH4+), dan ion hidroksil (OH-).

Jumlah muatan listrik dalam suatu senyawa yang tersusun atas ion positif dan negatif adalah netral. Contohnya NaCl.

Ion-ion yang bermuatan memiliki gaya tarik listrik yang kuat. Ion-ion yang bermuatan positif (kation) berikatan dengan ion bermuatan negatif (anion) melalui ikatan ion (ikatan kimia yang terjadi karena gaya tarik listrik) dan membentuk senyawa ion (senyawa yang terbentuk karena adanya ikatan ion).

Senyawa yang tersusun atas ion-ion tidak membentuk molekul melainkan kisi kristal. Dalam suatu kisi kristal, ion-ion yang saling berlawanan tersusun dengan susunan antarion tertentu. Kuatnya ikatan antar ion dapat menjelaskan mengapa garam-garam umumnya memiliki titik leleh dan titik didih yang tinggi daripadda zat-zat yang partikel terkecilnya adalah molekul.

E. Komponen Penyusun Produk Kimia Di Beberapa Bidang Kehidupan

  1. 1. Bidang Industri

a. Cat

Salah satu bahan kimia penyusun cat berupa asam akrilat. Suatu asam karbon, berbentuk cairan tanpa warna dan berbau tajam. Diproduksi dari dari propilena, suatu gas hasil dari penyulingan minyak. Bahan ini dapat bercampur dalam air, eter, dan alkohol. Asam  akrilat dibuat menjadi serat akrilat. Serat inilah yang digunakan dalam pembuatan cat, tinta, lem, antioksidan dan produk pembersih.

Cat air (dilarutkan dengan air) dan cat minyak (dilarutkan dengan  minyak dan thinner) dapat dipercepat pengeringannya dengan penambahan campuran Plumbum (Pb) dan Cromium (Cr). Pb (timah hitam atau timbal) merupakan logam yang bisa mengakibatkan kerusakan sistem saraf pada manusia terutama pada anak kecil.

b. Belerang

Belerang merupakan komponen minyak bumi. Belerang sangat dibutuhkan  dalam pembuatan  industri kimia seperti pembuatan ban, pulp, kertas dan sebagai pendingin ketika memadamkan kebakaran dengan alat pemadam kebakaran otomatis.

  1. Bidang Pertanian
  1. Pupuk

Pupuk yang dibuat dari sisa-sisa tumbuh-tumbuhan disebut pupuk alam. Pupuk buatan dibuat dibuat dipabrik dengan bahan kimia. Pupuk buatan dibedakan menjadi pupuk nitrogen (untuk pertumbuhan) contohnya pupuk urea (CO(NH)2)2 dan pupuk ZA (Zwavel Ammonium), pupuk fosfor (untuk pembentukan  akar dari benih, asimilasi tumbuhan, pembentukan protein, dan mempercepat pembuahan) kekurangan fosfor menyebabkan kekerdilan. Pupuk kalium (dibutuhkan tanaman pada saat berbuah, contohnya K2SO4 atau KCl).  Pupuk majemuk (mengandung nitrogen, fosfor, dan kalium) contohnya pupuk NPK.

  1. Pestisida

Pestisida merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk memberantas hama tanaman. Berdasarkan kegunaannya pestisida dibedakan menjadi insektisida (dari senyawa Dikloro Difenil Trikloro etana untuk memberantas serangga), fungisida (memberantas jamur atau cendawan), herbisida (untuk memberantas rumput), larvasida (untuk memberantas hewan pengerat/tikus), dan hematosida (untuk memberantas cacing nematoda).

Berdasarkan struktur kimianya pestisida dibagi menjadi:

- Organoklorin : Mengandung unsur karbon, hidrogen, dan klorin (DDT dan D3 aldrin)

- Organofosfat : Mengandung unsur fosfat, karbon, dan hidrogen (malathion / parathion)

- Karbamat : mengandung gugus karbamat (contohnya sevin dan baygon)

Berdasarkan cara kerja obat dalam membunuh serangga atau hama pestisida dikelompokkan menjadi racun perut (membasmi  serangga/hama pengunyah dan penggigit), racun kontak (membasmi serangga yang mengambil makanannya dari bagian bawah permukaan daun/bagian tanaamaan yang tidak terkena racun semprot), dan racun gas (untuk membasmi serangga pada ruang tertutup).

  1. Bidang Kesehatan
  1. Paracetamol

Paracetamol/asetaminophen digolongkan sebagai obat analgesik-antipireutik, yaitu sebagai pengurang rasa sakit, nyeri, demam dan menekan saraf pusat. Oleh karena mampu menekan saraf pusat, obat ini menyebabkan kantuk.

  1. Zat Radioaktif

Zat radioaktif adalah bahan kimia untuk mendeteksi kebaradaan suatu penyakit dalam tubuh. Tiga jenis sinar radioaktif adalah sinar alfa (a), sinar beta (b), dan sinar gamma (g). Beberapa zat radioaktif dan kegunaannya :

-    I-131   :  Mendeteksi kerusakan pada kelenjar gondok, terapi kanker kelenjar tiroid.

-    Na-24  :  Mendeteksi adanya gangguan peredaran darah

-    Xe-133   :           Mendeteksi penyakit paru-paru

-    Fe-59   :  Mempelajari pembentukan sel darah merah.

-    Co-60  :  Mendeteksi terapi kanker/tumor

SK: 5. Memahami kegunaan bahan kimia dalam kehidupan

KD: 5.1 Mencari informasi tentang  kegunaan dan efek samping bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari

-    Menyebutkan bahan-bahan kimia yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

-   Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga

5.2 Mengkomuni-kasikan informasi tentang kegunaan dan efek samping bahan kimia

-  Mengidentifikasi efek samping bahan kimia yang terdapat dalam suatu produk

-  Menjelaskan efek samping bahan kimia yang terdapat dalam produk kebutuhan rumah tangga

Bahan kimia dalam kehidupan dikelompokkan menjadi bahan kimia dalam rumah tangga (pembersih, pemutih, dan pembasmi serangga) dan bahan kimia dalam makanan (pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap).

1. Pembersih

Bahan pembersih dalam rumah tangga kimia berfungsi untuk menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan.

a.Sabun

Sabun ditemukan oleh bangsa Mesir kuno. Ssabun terbuat dari lemak nabati atau hewani yang dipanaskan dengan larutan alkali seperti natrium hidroksida (sabun kerras) dan kalium hidroksida (sabun cair).

b.Detergen (pembersih sintetik)

Pembersih yang terdiri dari zat aktif permukaan (surfaktan), bahan pengisi, pemutih, pewangi, penimbul busa, optical brightener (bahan cemerlang), dan bahan aktif liniar alkil sulfonat bahan (LAS) atau natrium benzenasulfonat (Na-ABS).

Detergen memiliki pH sangat basa (9,5-12) yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit. Kulit terasa kering, melepuh dan retak-retak, kulit tangan gampang mengelupas, hingga timbulnya eksim kulit semacam bintik-bintik gatal berair ditelapak tangan maupun kaki. Jika kulit menyentuh detergen segera dibilas air bersih dan dikeringkan.

Bahan aktif ABS dalam detergen merupakan bahan kimia yang sukar terurai oleh mikroorganisme, sehingga mencemarkan air dan tanah. . Jika air sungai dan tanah sudah tercemar limbah detergen, dikhawatirkan bahan kimianya terakumukasi dalam jaringan tubuh yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif semacam tumor atau kanker.

Efek samping tersebut dapat dikurangi dengan cara memilih detergen ramah lingkungan. Lihat kemasan bertuliskan Biodegradable, yaitu bahan yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme seperti LAS (bahan aktif ramah lingkungan karena struktur kimianya. Berbentuk rantai liniar). Kita harus ikut mencegah pencemaran lingkungan dengan cara meminimalkan pemakaian detergen sesuai takaran yang dianjurkan.

c.Sampo

Sampo mengandung bahan aktif surfaktan anionik, seperti natrium lauril eter sulfat, natrium lauril sulfat, dan senyawa amonium.

d.Pasta Gigi

Bahan aktif dalam pasta gigi berupa sodium monofluorofosfat dan kalsium gliserofosfat yang berfungsi memperkuat lapisan email gigi agar gigi sehat dan kuat. Jika digunakan secara berlebihan menyebabkan menipisnya email gigi.

e.Karbol

Bahan aktif yang terdapat dalam karbol berupa fenol (asam karbolat), asam klorida (HCL) untuk membunuh kuman-kuman. Bahan ini juga mengandung racun jika digunakan berlebihan akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan lingkungan.

2. Pemutih

a.Pemutih Pakaian

Bahan aktif yang terdapat dalam pemutih pakaian berupa larutan natrium hipoklorit (NaClO) 5,25%. Selain sebagai pemutih bahan aktif ini juga berfungsi menghilangkan bau dan membunuh kuman (desinfektan).

Pencampuran natrium hipoklorit dan asam klorida akan menghasilkan gas klorin. Gas ini dapat merusak tenggorokan dan sistem pernafasan. Jika gas klorin terhirup dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian.

b.Pemutih Kosmetik

Bahan aktif yang terdapat dalam pemutih kosmetik adalah hidrokuinon (awet muda, tidak berkerut, dan tampak putih), dan Tretinoin (bahan kimia turunan vitamin A) untuk menghilangkan jerawat, membuat kulit tampak putih dan lembut.

Hidrokuinon juga dapat merusak kulit seperti terbakar jika krim yang digunakan mempunyai kepekatan tinggi. Jika digunakan dalam waktu lama mengakibatkan benjolan kekuningan pada kulit (okronosis). Jika termakan dalam jumlah 5-15 gram, dapat mengakibatkan kerusakan sel darah merah (anemia hemolitik).

Tretinoin juga dapat mengikis lapisan kulit sedikit demi sedikit sama seperti hidrokuinon. Semasa bahan ini digunakan, kulit akan kelihatan merah, terasa pedih, kering, dan gatal-gatal. Bahan ini tidak boleh digunakan oleh ibu hamil karena dapat menyebabkan kecacatan janin.

3. Pewangi

Bahan aktif yang digunakan untuk pewangi badan berupa triklosan. Sedangkan bahan aktif ammonium klorida 5% untuk pewangi pakaian. Benzil alkohol, benzil asetat, etanol, limone, dan linanol digunakan dalam pewangi ruangan.

Pewangi umumnya mengandung hidroalkohol yang dicampur alkohol dengan konsentrasi 50-90%. Jika tertelan, senyawa ini dapat menyebabkan Penekanan fungsi otak dan menyebabkan kantuk.

4. Pembasmi Serangga (insektisida)

Ada dua golongan bahan kimia yang digunakan untuk insektisida:

1.Insektisida organik, berasal dari unsur-unsur senyawa karbon, missal DDT.

2.Insektisida anorganik berasal dari unsur-unsur yang bukan senyawa karbon. Contohnya natrium arsenat, aldrin, endrin, dieldrin, kalsium sianida, dan tembaga (II) Sulfat.

Pestisida memang dapat membunuh hama yang menyerang tanaman , tetapi sisa-sisa pestisida yang masuk ke sistem perairan dapat membunuh plankton (makanan ikan kecil). Plankton yang masih hidup dan mengandung DDT dimakan oleh ikan-ikan kecil yang pada akhirnya dikonsumsi oleh manusia sehingga mengakibatkan keracunan.

Gas yang disemprotkan dari pembasmi serangga dapat menyebabkan muntah-muntah, sesak nafas, kejang bahkan kehilangan kesadaran. Oleh karena itu setelah menyemprotkan insektisida ke ruangan, jendela harus dibuka supaya banyak udara yang masuk keruangan.

Selaain dari insektisida, pencemaaran lingkungan dapat juga disebabkan oleh pupuk. Sisa pupuk yang masuk ke sistem air menyebabkan ganggang tumbuh subur sehingga menutupi permukaan air (eutrofikasi)

Dampak negatif bahan-bahan kimia yang terdapat dalam rumah tangga dapat dikurangi dengan beberapa cara berikut:

1.Penggunaan sesuai jenis dan fungsinya.

2.Pemakaian sesuai aturan dan dosis yang ditentukan pada label kemasannya.

3.Meletakkan di tempat yang aman dari api dan panas matahari.

4.dijauhkan dari makanan dan jangkauan anak-anak.

5.menggunakan pelindung sapu tangan atau masker dalam pemakaiannya.

5.3    Mendeskripsi-kan bahan kimia alami dan bahan kimia buatan dalam kemasan yang terdapat dalam bahan makanan.

Mengidentifikasikan fungsi bahan kimia yang terdapat dalam makanan.

- Menjelaskan bahan-bahan kimia alami dan buatan yang dapat digunakan dalam bahan makanan kemasan.

- Menunjukkan contoh makanan yang menggunakan bahan kimia alami dan buatan

Bahan aditif adalah bahan yang dengan sengaja atau tidak ditambahkan ke dalam makanan atau minuman unttuk memperbaiki warna, cita rasa, ketahanan, atau memperbaiki tampilan. Bahan aditif dapat berupa zat pewarna, pemanis, pengawet, dan penyedap rasa.

  1. 1. Bahan Pewarna

Bahan pewarna ditambahkan dalam makanan untuk memberikan warna yang menawan.

Warna Pewarna Alami Pewarna Buatan Pewarna tekstil
Hijau Daun suji dan pandan Lissamine green,hijau FCF
Kuning Kunyit (kurkumin) Tartrazin Auramin,sudan I,Ponceau 3R
Merah Cabai merah (kapxantin) Karmoisin, aluna, eritrosin Rhodamin B
Ungu Kubis Ungu Benzil violet
Biru Indigo Karmin Dilarang!!
Cokelat teh atau sedikit kopi Cokelat HT Karena dapat
Orange Sunset Yellow FCF Menimbulkan KANKER
  1. 2. Bahan Pemanis

Pemanis alami gula pasir (dari tetes air rebu) dan gula merah (dari nira pohon kelapa) mengandung kalori yang tinggi, sehingga untuk penderita kencing manis (diabetes militus) dan kelebihan berat badan (obesitas) tidak dianjurkan mengkonsumsi pemanis alami dalam jumlah banyak karena akan meningkatkan kadar gula.

Bagi penderita diabetes dan obesitas tersedia pemanis buatan (Sorbitol)yang berkalori rendah sekaligus aman untuk dikonsumsi. Sorbitol mempunyai tingkat kemanisan sama dengan gula. Pemanis buatan yang lain diantaranya siklamat (memiliki rasa manis 30 kali lebih besar dari gula), aspartame (rasa manis 160 kali lebih besar dari gula), dan sakarin (rasa manis 400 kali lebih besar dari gula).

3.   Bahan Pengawet

Bahan pengawet digunakan untuk meningkatkan daya simpan, cita rasa, warna, menstabilkan, memperbaiki tekstur, sebagai zat pengental/penstabil, anti lengket, mencegah perubahan warna, serta memperkaya vitamin dan mineral suatu produk.

Pengawet Alami Kegunaannya untuk mengawetkan…
Garam Daging, ikan, dan telur asin
Gula Buah-buahan yang akan dibuat manisan
Asam Cuka Buah-buahan karena mampu menghambat tumbuhnya mikroba
Pengawet Buatan Kegunaannya untuk mengawetkan…
Garam Nitrat dan Nitrit Daging, sosis, dan burger
Asam Banzoat Minuman ringan, dan Jus buah-buahan
Asam Propionat Roti dan Keju
Formalin Mayat (sering dipakai untuk mengawetkan tahu dan bakso)
Boraks Kayu (sering dipakai untuk mengawetkan mi, lontong, dan bakso)

Garam Natrium Nitrit juga mampu menghambat pertumbuhan bakteri Clostridium botulidium, yaitu mikroorganisme yang menyebabkan botulisme (keracunan makanan).

Bahan pengawet buatan juga dapat berupa anti oksidan (mampu mencegah bau tengik pada makanan yang mengandung minyak atau lemak), di antaranya asam sitrat, asam etanoat, BHA, BHT, vitamin C, Vitamin E, dan asam sorbet.

4.   Bahan Penyedap

Bahan penyedap ditambahkan dalam makanan untuk melezatkan dan menambah cita rasa makanan. Bahan penyedap rasa alami (garam dapur) dapat menghambat pertumbuhan mikrobia pembusuk sehingga makanan menjadi lebih awet. Penyedap rasa juga ddapat berasal dari bahan nabati  seperti jahe, lengkuas, seledri, dan serai yang sebagian besar mengandung minyak asiri. Ada juga yang berasal dari hewani berupa daging.

Bahan penyedap buatan berupa MSG (MonoSodium Glutamat). Mengonsumsi MSG tidak boleh lebih dari 50 mg/hari/kg berat badan. Jika melebihi dapat menyebabkam kerusakan sel saraf otak dan Chinese Restaurant Syndrome, gejala yang timbul berupa wajah berkeringat, kesemutan pada leher, rahang punggung, sesak napas, dan pusing kepala.

5.4 Mendeskripsi-kan sifat/pengaruh zat adiktif dan psikotropika

- Menjelaskan pengertian zat adiktif dan zat psikotropika.

- Menjelaskan dampak negatif zat adiktif dan psikotropika bagi kesehatan, ekonomi, dan sosial

A. Zat Adiktif Dan Psikotropika

Zat Adiktif adalah zat-zat yang pemakaiannya dapat menimbulkan ketergantungan fisik yang kuat dan psikologis yang panjang (drug dependence). Kelompok zat adiktif adalah narkotika, yaitu zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisentetis yang dapat menyebabkan penurunan/perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi/menghilangkan rasa nyeri/sakit, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Berdasarkan tujuan penggunaan dan tingkat ketergantungan narkotika ada 3 golongan:

1. Narkotika Golongan I

Narkotika yang digunakan untuk tujuan pengembangan IPTEK dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi sangat tinggi dalam mengakibatkan ketergantungan. Contohnya opium, koka/kokain, dan ganja.

2. Narkotika Golongan II

Narkotika yang berkhasiat dalam pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir, dapat digunakan dalam terapi dan untuk tujuan IPTEK, serta berpotensi mengakibatkan ketergantungan. Diantaranya morfin (untuk meghilangkan rasa nyeri terutama pada penyakit kanker), Fentanil ( untuk anastesi umum), dan Petidin (banyak digunakan dalam persalinan ibi hamil).

3. Narkotika Golongan III

Narkotika yang berkhasiat untuk pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi atau tujuaan IPTEK serta mempunyai potensi ringan dalam mengakibatkan ketergatungan. Diantaranya Kodein (dalam pengobatan sebagai antitusif dan analgesik), dan Etil morfina /dionin (digunakan sebagai obat batuk).

B. Psikotropika

Psikotropika didefinisikan sebagai zat atau obat,baik alamiah maupun sintetik, bukan narkotika, tetapi berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan syaraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku, serta dapat menyebabkan efek ketergantungan.4 golongan psikotropika sesuai dengan tinggi rendahnya potensi dalam mengakibatkan ketergantungan  yaitu:

1.   Psikotropika Golongan I

Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan IPTEK dan tidak digunakan dalam terapi, mempunyai potensi amat kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. contohnya Ectasy, Psilosibina dan psilosina, LSD (Lisergik Dietilamida), Meskalina (Peyot).

2.   Psikotropika Golongan II

Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan dan dapat digunakan dalam terapi atau untuk tujuan IPTEK serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindrom ketergantungan. Diantaranya amfetamin, methamfetamina, metakualon, dan metil fenidat.

3.   Psikotropika Golongan III

Psikotropika yang berkhasiat untuk pengobatan ddan banyak digunakan dalam terapi atau untuk tujuan IPTEK, serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. diantaranya amobarbital, flunitrazepam, dan katina.

4.   Psikotropika Golongan IV

Psikotropika yang bermanfaat untuk pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi atau untuk tujuaan IPTEK serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindrom ketergantungan. diantaranya barbitural, bromazepam, dan estazolam.

Semua obat-obatan diatas dibagi 3 kelompok:

  1. 1. Depresan

Obat terlarang yang menyebabkan depresi (menekan) aktivitas susunan saraf pusat bagi pemakainya. Pemakai merasa tenang pada awalnya, kemudian apatis, mengantuk, dan tidak sadarkan diri. Semua gerak refleks menurun, mata menjadi sayu, daya penilaian menurun, dan gangguan terhadap sistem kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Diantaranya Heroin, Morfin, barbiturat, diazepam, dan nitrazepam.

Dampak negatif obat-obatan golongan ini dapat merusak lever, paru-paru, ginjal, jantung, mempercepat denyut nadi, menimbulkan kesakitan, kejang-kejang, depresi, dan kematian bila overdosis.

  1. 2. Stimulan

Golongan obat terlarang ini dapat merangsang fungsi tubuh. Pada awalnya pemakai merasa segar, penuh percaya diri, kemudian berlanjut menjadi susah tidur, perilaku hiperaktif, agresif, denyut jantung jadi cepat, dan mudah tersinggung. Obat-obatan yang termasuk dalam kelompok ini contohnya kokain, amfetamin, ekstasi, dan kafein.

Dampak negatif golongan stimulan dapat menaikkan tekanan darah, merusak sel-sel saraf, denyut nadi tidak beraturan, menurunkan berat badan, dan menyebabkan paranoid serta kematian.

  1. 3. Halusinogen

Golongan obat terlarang ini menyebabkan adanya penyimpangan persepsi termasuk halusinasi seperti mendengar suara atau melihat sesuatu. Pemakai menjadi curiga berlebihan, mata menjadi merah, dan agresif. Obat-obatan ini antara lain LSD, dan ganja.

Dampak negatif golongan halusinogen dapat merusak ginjal, merusak sel-sel saraf, mempengaruhi daya ingat dan konsentrasi, serta mengakibatkan kebingungan dan ketagihan.

Penyalahgunaan obat terlarang banyak dilakukan oleh para remaja dan pelajar. Masa remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak menuju masa puber. Pada masa ini penuh energi, serba ingin tahu, mudah terpengaruh, nekat, emosi tinggi, selalu ingin mencoba, tidak mau ketinggalan, dan belum memiliki pertimbangan yang matang.

Faktor-faktor yang mempengaruhi penyalahgunaan obatan terlarang antara lain keharmonisan keluarga yang memudar, rasa ingin mencoba, pengaruh teman, dan ingin melepaskan diri dari masalah.

Zat adiktif dan psikotropika sangat berbahaya bagi manusia jika salah dalam penggunaannya. Salah satu dampak negatif yang paling berbahaya yaitu efek ketagihan dan ketergantungan (pecandu tidak dapat melakukan kegiatan apapun bila tidak memakai zat adiktif dan psikotropika). Namun jika digunakan sesuai fungsi, dosis, dan takaran yang tepat dapat bermanfaat dibidang kesehatan. Diantaranya untuk:

  1. Obat bius/anastesi (thiopental, halothane, enflurane, metoksiflurane, dan PCP.
  2. Obat perangsang (amfetamin, dan kokain)
  3. Obat penawar rasa sakit    (morfin)
  4. Obat tidur (methakualone dan benzodiadepin)
  5. Penghilang depresi (metal fenidat)
  6. Antiseptik (alkohol)

UU Narkotika dan UU Psikotropika, bahwa semua orang yang terlibat dalam penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dapat dikenai sanksi berupa hukuman penjara, denda maksimal 750.000.000, bahkan hukuman mati, yang mencakup produsen, penyalur, dan pemakai dengan gradasi (tingkatan) hukumaan serta denda yang bervariasi.

Motto “mencegah lebih baik dari mengobati”, terbukti dalam kasus pemakaian obat-obatan terlarang. Bagi yang sudah terjerumus sampai menimbulkan ketergantungan lebih sulit ditangani dan sukar diberikan pengarahan. Umumnya sukar untuk menghentikan pemakaian obat. Jalan satu-satunya harus melakukan perawatan di Rumah Sakit Ketergantungan Obat dengan diusahakan pengurangan dosis sampai berhenti. Proses ini membutuhkan waktu yang lama untuk memulihkan kondisi fisik, psikis, dan sosial.

Tahap penyembuhan bagi pemakai yang telah menjadi pecandu:

  1. Pertolongan pertama, yaitu memandikan pecandu dengan air hangat, memberi makan dan minum yang bergizi.
  2. Resusitasi jantung dan paru, yaitu pernafasan buatan dan rangsangan jantung pada penderita yang overdosis atau sakaw (dilakukan cepat agar penderita tidak meninggal).
  3. Detoksifikasi, yaitu menghilangkan racun dalam darah penderita (medis ddan nonmedis)
  4. Rehabilitasi, (setelah detoksifikasi), untuk menghilangkan keinginan terhadap psikotropika dengan membatasi pergaulan dari lingkungan pecandu.

Tahap diatas memerlukan biaya perawatan yang sangat mahal, maka pencegahan sebelum penyalahgunaan obat terlarang menjadi sangat penting. Usaha ini antara lain:

  1. Pembinaan kehidupan beragama, baik disekolah, keluarga, dan lingkungan.
  2. Adanya komunikasi yang harmonis antara remaja dengan orang tua dan guru serta lingkungannya.
  3. Berprilaku positif dengan melakukan aktivitas fisik dalam penyaluran energi (olah raga).
  4. Pengembangan diri dengan berbagai program/hobi disekolah, rumah, dan lingkungan.
  5. Mengetahui gaya hidup sehat sehingga mampu menangkal pengaruh/bujukan  memakai obat terlarang
  6. Saling menghargai sesama remaja dan anggota keluarga.
  7. Menyelesaikan berbagai masalah dikalangan remaja atau pelajar secara positif dan konstuktif.

Untuk masa depan yang lebih baik semua pihak berperan aktif dalam pemberantasan narkoba dengan cara sebagai berikut:

  1. Tidak terlibat dalam jaringan narkoba, baik langsung maupun tidak langsung, seperti pemakai atau pengedar.
  2. Menolak ajakan teman atau orang yang baru dikenal apabila menawarkan narkoba,  meskipun tanpa harus membelinya.
  3. Memberituhukan kepada pihak berwajib setempat apabila mengetahui adanya sindikat narkoba

Selain obat-obatan ada juga alkohol dan rokok yang dapat mengakibatkan kecanduan.

  1. 1. Alkohol

Alkohol merupakan zat yang mengandung etanol. Zat kimia ini daya kerjanya menekan sistem susunan saraf pusat. Setelah diserap, alkohol/etanol disebarluaskan ke seluruh jaringan dan cairan tubuh. Dengan peningkaatan kadar alkohol dalam darah orang menjadi EUFORIA, namun dengan penurunannya orang tersebut menjadi depresi. Ada 3 golongan minuman beralkohol yaitu:

  1. Golongan A    : Kadar etanol 1% – 5% (bir)
  2. Golongan B     : Kadar etanol 5% – 20% (anggur dan wine)
  3. Golongan C     :  Kadar Etanol 20% – 45% (Whiskey, Vodka, TKW, dan Kamput)

Efek yang ditimbulkaan setelah mengkonsumsi alkohol dapat dirasakan segera tergantung dari jumlah atau kadar alkohol yang dikonsumsi. Kadang alkohol digunakan dengan kombinasi obat-obatan berbahaya lainnya, sehingga efeknya menjadi lebih berbahaya bahkan menyebabkan kematian.

  1. 2. Rokok

Rokok dan Asap rokok mengandung 4000 komponen yang berbahaya. Tiga komponen senyawa toksik utama dalam asap rokok yaitu:

A. Karbon Monoksida

Yaitu suatu gas beracun yang tidak berwarna dan tidak berbau. Dalam darah, karbon monoksida berikatan dengan hemoglobin menggantikan oksigen, sehingga darah kekurangan oksigen. Akibatnya tubuh menjadi lemas karena kekurangan oksigen, bahkan menyebabkan kematian.

B. Nikotin

Nikotin adalah suatu alkaloid yang dapat mempengaruhi sistem saraf pusat dan merupakan racun bagi saraf. Kadar nikotin yang tinggi dapat menghambat informasi ransang saraf sehingga mengakibatkaan menurunnya aktivitas refleks tubuh. Nikotin dapat menimbulkan ketergantungan fisik maupun psikis.

C. Tar

Tar adalah zat yang mempunyai sifat karsinogen (penyebab kanker) dan menyebabkan iritasi pada paru-paru sehingga menjadi batuk.

Selain 3 zat diatas, masih banyak zat toksik yang bersifat karsinogen (dapat menimbulkan kanker) walaupun dalam kadar yang rendah. Menjadi perokok aktif atau pasif rentan terhadap gangguan sistem pernapasan, dan timbulnya kanker paru.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hello world!


Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Dipublikasi di Uncategorized | 1 Komentar